Pembenihan Ikan Nilem (pemijahan Cara Galunggung)

Budidaya ikan nilem dapat dilakukan secara alami atau buatan dengan hormon. Ikan nil merupakan ikan yang mudah untuk memijah, selama ini pemijahan ikan nil terjadi secara alami di kolam-kolam yang ada di dasar.


Paku ikan nilem menggunakan galunggung banyak dipraktekkan/ditegaskan oleh para penggembala di desa Rancapaku kabupaten Tasikmalaya.

Pemijahan dengan cara ini membutuhkan tangki anak sapi 1-2 meter persegi dan tangki pembiakan sekitar 20 meter persegi. Untuk pembenihan dengan sumber air keruh, bendungan pengumpul lumpur harus disediakan sebelumnya. Kedalaman bendungan pemijahan Nilem bervariasi dari 50cm di air dekat daerah tangkapan air hingga sekitar 15cm di air dekat outlet air bendungan.

Di sekitar area exit, batu-batu kecil atau kerikil bisa ditanami kakawatan. Filter dipasang di hulu pipa saluran air untuk mencegah topi masuk ke hatchery. Tabung adalah tabung penghubung antara tangki pedet dan tangki pemeliharaan.

Kedalaman inkubasi antara 30 dan 40 cm. Bagian bawah inkubator harus berpasir dan dikeringkan.

Sebanyak 20 pasang material jalan ditempatkan di bendungan jalan, kemudian bendungan digenangi air dan air tambahan dipompa keluar. Pemijahan terjadi saat fajar, dengan pemijahan terjadi di daerah dengan kedalaman bendungan yang dangkal, terutama di dekat pipa outlet air bendungan. Telur ikan nil yang dilepaskan ke tangki pemijahan terbawa air ke dalam tangki dan masuk ke inkubator. Breadstick Nil dipindahkan ke anak sapi di kolam penangkaran induknya.

Telur ikan Nil di tempat penetasan diratakan dengan sapu lidi, setelah itu diberikan daun pisang ke kolam untuk mengurangi panas matahari dan resapan air hujan. Setelah 5 hari, larva Nil dikumpulkan untuk dijual atau dibesarkan di kolam benih.

Comments